Pupuk Nusantara Sidomuncul : Menjawab Permasalahan Pertanian Indonesia

Seiring berkembangnya teknologi dibidang pertanian, PT. Sidomuncul Pupuk Nusantara mulai mengembangkan industrinya dengan memanfaatkan bahan - bahan organik menjadi produk yang mempunyai nilai manfaat yang lebih tinggi. Salah satu usaha yang dilakukan yaitu dengan memproses bahanbahan organik menjadi pupuk bio organik Biofarm. Biofarm merupakan salah satu dukungan untuk mensukseskan program pemerintah dalam rangka Go Organic 2014. Dasar pemikiran PT. Sidomuncul Pupuk Nusantara adalah kepedulian terhadap lingkungan terutama kondisi pertanian Indonesia yang semakin menurun.

[b]Kondisi Pertanian Indonesia[/b] Trend masyarakat dunia untuk kembali ke alam (back to nature) telah menyebabkan permintaan produk pertanian organik di seluruh dunia tumbuh pesat sekitar 20% pertahun. Sehingga pada tahun 2014 pangsa pasar dunia terhadap produk pertanian organik akan mencapai nilai hingga USD 100 milyar (Ditjen BPPHP Deptan, 2001). Untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu Negara penghasil produk pangan organik yang dapat mengisi pasar dunia, Departemen Pertanian telah mencanangkan program “Go Organic 2014”. Standar Nasional Indonesia tentang Sistem Pangan Organik telah tersusun dalam SNI 01-6729-2002 yang berisi panduan tentang cara – cara budidaya pangan organik (tanaman pangan dan ternak), pengemasan, pelabelan dan sertifikasinya. Dasar pemikiran pencanangan program pertanian organik merupakan upaya pemerintah untuk mengembalikan lahan pertanian yang rusak akibat dari penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan eksploitasi lahan pertanian selama 30 tahun terakhir menyebabkan menurunnya daya dukung tanah pertanian. Hara (sari pati makanan) tanah dan bahan organik tanah terkuras dengan cepat, tetapi hanya hara kimia (pupuk kimia) saja yang ditambahkan ke dalam tanah. Akibatnya terjadi kondisi seperti di bawah ini: 1.Kandungan bahan organik tanah saat ini hanya 1 – 2%, padahal yang ideal adalah 5% 2.Aktivitas mikrobia tanah rendah 3.Sifat fisik, kimia, dan biologi tanah menurun 4.Kesuburan tanah berkurang 5.Kebutuhan pupuk kimia cenderung meningkat, tetapi tidak selalu diikuti oleh peningkatan produksi. Penggunaan bahan-bahan kimia untuk herbisida, fungisida, dan insektisida oleh petani sering dilakukan tanpa memperhatikan petunjuk pemakaian. Produk-produk pertanian kita terkontaminasi oleh residu bahan-bahan kimia berbahaya. Residu kimia ini sangat berbahaya untuk kesehatan. Residu bahan kimia yang tersisa di tanah menyebabkan pencemaran lingkungan dan merusak keseimbangan biota tanah. Sehingga diperlukan suatu sistem pertanian yang mampu mengembalikan kondisi tersebut seperti sedia kala yaitu dengan sistem pertanian organik. [b]Menuju Pertanian Organik Indonesia[/b] Isu yang berkembang di dunia pertanian bergeser dari isu kuantitas untuk mencukupi kebutuhan pangan ke isu kualitas dan keamanan pangan. Kedua isu ini menjadi dasar pengembangan teknologi pertanian masa depan. Kualitas pangan meliputi rasa, kandungan gizi, dan vitamin. Keamanan pangan meliputi menghilangkan atau mengurangi residu bahan-bahan kimia, herbisida, dan pestisida yang berbahaya bagi kesehatan Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan. Teknologi yang mendukung tercapainya tujuan ini adalah penyediaan biofertilizer, biodecomposer, biocontrol, dan bioremediasi. Biofarm mengadopsi bioteknologi terkini untuk mendukung tercapainya pertanian organik.
Artikel ini ditulis pada tanggal
Artikel ini ditulis pada